Format penulisan makalah

 

Secara umum, penulisan makalah (ilmiah) hampir sama dengan penulisan artikel untuk dimuat di jurnal,yaitu sebagai berikut.

  1. Judul (subjudul)
  2. Identitas Penulis: Nama (tanpa gelar)
  3. Alamat penulis: Alamat institusi tempat penulis bernaung
  4. Surel penulis
  5. Abstrak
  6. Kata-kata Kunci
  7. Latar Belakang/Pendahuluan (di dalamnya terdapat Tinjauan Pustaka)
  8. Metode Penelitian (Methods)
  9. Hasil Penelitian (Results)
  10. Diskusi/Analisis (Discussion)
  11. Simpulan dan Saran (Conclusions)
  12. Daftar Pustaka (Reference)

     Jika makalah ilmiah tersebut diajukan dalam rangka Call for Paper suatu konferensi, untuk dimuat di prosiding, biasanya jumlah halaman akan lebih dibatasi. Sifat dan tahap penelitian yang disampaikan dalam calt for paper dianggap belum tuntas (konklusif). Justru makalah disampaikan dalam sebuah konferensi/seminar guna mendapatkan saran dan masukan dari rekan-rekan peneliti lain yang lebih senior atau “dianggap" pakar sehingga versi full-papemya nanti akan lebih layak untuk dimuat di jurnal.

     Pada umumnya ,dalam kesempatan Konferensi tersebut, si peneliti muda, katakanlah demikian, akan mendapatkan saran dan masukan dari audiens umum ataupun pakar pada tiga bagian makalah berikut ini.

  • Metode penelitian (supaya lebih tepat dan valid),
  • Hasil penelitian dan analisis (dipertajam, dilengkapi, diperdalam),
  • Simpulan dan saran (diperluas, dipersempit, difokuskan).

     Amat jarang "format makalah"diutak atik dan dipersoalkan,dikarenakan audiens yang sudah terbiasa ikut konferensi rata-rata sudah paham bahwa untuk urusan format, ketentuan-ketentuan pemuatan makalah dalam prosiding relatif lebih "longgar" daripada ketentuan pemuatan makalah dalam jurnal akademis (yang dipilih oleh si peneliti muda).